Mikrotik RouterBoard 
Ilustrasi Setting Mikrotik RouterBoard 

Advan – Mikrotik RouterBoard adalah perangkat andalan bagi kamu yang ingin mengelola jaringan secara lebih efisien. Dengan fitur yang beragam, perangkat ini sangat cocok digunakan di rumah, kantor kecil, hingga bisnis menengah. Namun, mengatur RouterBoard agar berfungsi optimal memerlukan pemahaman yang baik.

Proses konfigurasi Mikrotik RouterBoard sebenarnya tidak sulit jika kamu tahu langkah-langkah dasarnya. Mulai dari mengatur IP Address hingga mengaktifkan Firewall, semua bisa dilakukan dengan bantuan interface RouterOS. Hal ini menjadikan perangkat ini fleksibel untuk berbagai kebutuhan jaringan.

Supaya kamu lebih paham dan bisa mulai menggunakannya, berikut langkah-langkah penting untuk setting Mikrotik RouterBoard dengan benar:

Langkah Awal dalam Setting Mikrotik RouterBoard 

Konfigurasi awal Mikrotik RouterBoard dimulai dengan memahami dasar-dasar perangkat ini. Mikrotik RouterBoard dilengkapi dengan sistem operasi RouterOS yang memberikan kontrol penuh atas jaringanmu. Dalam proses konfigurasi, kamu bisa menggunakan aplikasi Winbox, antarmuka berbasis web, atau terminal.

Langkah pertama adalah menghubungkan RouterBoard ke PC atau laptopmu menggunakan kabel Ethernet. Setelah itu, akses RouterOS melalui Winbox untuk memulai konfigurasi. Pastikan kamu mengetahui IP default perangkat dan login credentials bawaan.

Setelah berhasil masuk, hal utama yang perlu kamu lakukan adalah mengatur IP Address, DHCP server, dan koneksi internet. Ketiga elemen ini adalah fondasi agar RouterBoard bisa bekerja optimal.

Tahapan Penting Setting Mikrotik RouterBoard 

Berikut beberapa tahapan penting dalam proses konfigurasi:

1. Menentukan IP Address 

Menentukan IP Address adalah langkah awal agar RouterBoard dapat berkomunikasi dengan perangkat di jaringan. Kamu bisa menggunakan Winbox untuk mengakses menu IP > Addresses, lalu tambahkan IP Address sesuai kebutuhan jaringan lokal. Pilih subnet yang tidak tumpang tindih dengan jaringan lain untuk memastikan koneksi stabil.

Setelah IP Address diatur, pastikan perangkat lain di jaringan dapat mengenali RouterBoard dengan baik. Cobalah untuk melakukan ping dari perangkat lain untuk memeriksa apakah komunikasi sudah berjalan. Langkah ini juga mengurangi risiko IP conflict yang bisa mengganggu koneksi.

2. Mengaktifkan DHCP Server 

Agar perangkat yang terhubung mendapatkan IP Address secara otomatis, kamu perlu mengaktifkan DHCP Server. Masuk ke menu IP > DHCP Server, lalu tambahkan konfigurasi sesuai dengan rentang IP Address yang diinginkan. Sesuaikan juga lease time agar perangkat tetap terhubung tanpa hambatan.

Fitur ini sangat mempermudah manajemen jaringan, terutama jika ada banyak perangkat yang harus terhubung. Dengan DHCP, kamu tidak perlu repot-repot mengatur IP secara manual pada setiap perangkat, sehingga efisiensi jaringan bisa lebih terjaga.

Baca juga Cara Mengakses Mikrotik di Web yang Mudah 

3. Menghubungkan ke Internet 

Untuk memastikan RouterBoard dapat terkoneksi ke internet, tambahkan gateway melalui menu IP > Routes. Masukkan gateway yang diberikan oleh penyedia layanan internetmu. Jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi setelah selesai.

Setelah itu, uji koneksi dengan melakukan ping ke situs eksternal seperti Google. Jika hasilnya berhasil, berarti RouterBoard sudah siap digunakan untuk distribusi koneksi internet. Langkah ini memastikan jaringanmu terkoneksi dengan stabil ke dunia luar.

4. Mengaktifkan Firewall 

Firewall adalah fitur wajib untuk meningkatkan keamanan jaringan. Kamu bisa masuk ke menu IP > Firewall untuk menambahkan aturan yang sesuai dengan kebutuhan. Contohnya, kamu dapat memblokir port tertentu untuk menghindari serangan luar.

Dengan mengaktifkan Firewall, kamu melindungi jaringan dari ancaman seperti hacking dan malware. Pastikan aturan yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan, agar keamanan tetap tinggi tanpa mengorbankan performa jaringan.

5. Membatasi Bandwidth dengan Queue 

Mengelola penggunaan bandwidth sangat penting, terutama jika ada banyak pengguna dalam jaringan. Fitur Queue pada RouterBoard memungkinkanmu untuk membagi bandwidth secara merata agar tidak ada perangkat yang menguasai koneksi.

Buka menu Queues dan buat aturan baru untuk menentukan batas kecepatan tiap perangkat. Fitur ini membantu menjaga kualitas jaringan, terutama untuk keperluan seperti streaming atau video conference. Dengan manajemen yang baik, semua pengguna dapat menikmati koneksi yang stabil dan lancar.

Mikrotik RouterBoard adalah perangkat yang memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan jaringan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa mengatur perangkat ini agar bekerja optimal sesuai kebutuhan.

Untuk mendukung proses setting dan pengelolaan jaringan, gunakan Laptop 360 Stylus 2in1 Touchscreen. Laptop ini dilengkapi prosesor Intel Core i5 yang bertenaga, RAM 8GB DDR4 untuk multitasking lancar, dan penyimpanan SSD 512GB yang cepat. Dengan layar sentuh FHD, navigasi menu di RouterOS menjadi lebih mudah dan nyaman. Desain fleksibel 2-in-1 juga memudahkan mobilitasmu saat bekerja dengan Mikrotik RouterBoard di berbagai tempat. Pilihan sempurna untuk kebutuhan jaringan yang profesional!***

 

Editor : Adita Febriyanti

Arfin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *