Mengatasi Data yang Hilang Setelah Update Sistem Operasi dengan Cepat

Advan – Pernah nggak kamu kehilangan data penting setelah update sistem operasi? Hal ini sering terjadi dan bisa membuat panik, apalagi jika data tersebut adalah file pekerjaan, foto kenangan, atau dokumen penting lainnya. Proses update memang terkadang membawa risiko, terutama jika terjadi kesalahan saat instalasi atau sistem memutuskan untuk melakukan penghapusan data sementara. Maka dari itu butuh pengetahuan lanjut untuk mengatasi data yang hilang setelah update sistem operasi.

Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa data bisa hilang setelah update? Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari bug pada pembaruan, sistem yang mengalami error saat mengolah file, hingga pengaturan yang berubah tanpa kamu sadari. Walaupun begitu, jangan khawatir! Ada cara-cara cepat dan mudah untuk menemukan dan memulihkan data yang hilang tersebut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi data yang hilang setelah update sistem operasi. Kamu hanya perlu mengikuti panduan berikut untuk mencoba solusi terbaik yang sesuai dengan situasi kamu:

  1. Periksa Folder Sementara atau Direktori Khusus

    Setelah update, banyak file sementara dipindahkan ke folder tertentu oleh sistem operasi. Biasanya, file ini berada di direktori dengan nama seperti Windows.old (untuk pengguna Windows) atau Temporary Items di macOS. Kamu bisa membuka folder tersebut dan mencari file yang mungkin hilang. Gunakan fitur pencarian di sistem untuk menemukan file berdasarkan nama atau ekstensi tertentu.
    Jika tidak ada folder seperti itu, periksa Recycle Bin atau Trash karena kadang sistem menyimpan file yang dianggap sudah tidak diperlukan disana. Jangan lupa untuk memulihkan file sebelum folder ini dihapus otomatis oleh sistem.

  2. Gunakan Software Pemulihan Data

    Jika file yang hilang tidak ada di lokasi sementara atau Recycle Bin, kamu bisa menggunakan software pemulihan data. Program seperti Recuva, EaseUS Data Recovery Wizard, atau Disk Drill bisa membantumu mengembalikan file yang terhapus atau tersembunyi. Instal salah satu program tersebut, jalankan pemindaian, dan pilih file yang ingin dipulihkan.
    Saat menggunakan software ini, hindari menyimpan file baru di drive tempat file hilang karena dapat menimpa data lama. Hal ini penting untuk meningkatkan peluang memulihkan file dengan utuh.

  3. Periksa Pengaturan Sinkronisasi Cloud

    Jika kamu menggunakan layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive, OneDrive, atau Dropbox, ada kemungkinan file tersebut tersimpan secara otomatis sebelum update. Coba masuk ke akun cloud kamu, lalu cari file di sana. Biasanya, layanan ini menyimpan versi backup dari file yang telah diunggah sebelumnya.
    Jangan lupa juga untuk mengecek folder Deleted Files di layanan cloud kamu. Banyak layanan cloud yang menyimpan file terhapus untuk sementara waktu sebelum benar-benar dihapus permanen.

  4. Gunakan Fitur Restore Point atau Backup

    Sistem operasi modern biasanya memiliki fitur Restore Point atau backup otomatis. Fitur ini mencatat keadaan sistem sebelumnya sehingga kamu bisa mengembalikan data jika terjadi kesalahan. Coba cari opsi System Restore di pengaturan sistem, lalu pilih titik pemulihan yang dibuat sebelum update.
    Selain itu, jika kamu pernah membuat backup manual ke drive eksternal atau perangkat lain, ini waktu yang tepat untuk menggunakannya. Sambungkan perangkat backup kamu dan salin file yang diperlukan kembali ke sistem.

  5. Hubungi Dukungan Teknisi Profesional

    Jika semua langkah di atas tidak berhasil, kamu bisa menghubungi teknisi profesional. Mereka memiliki peralatan dan metode khusus untuk memulihkan data dari perangkat kamu. Namun, pastikan kamu memilih layanan yang terpercaya dan transparan tentang prosedur serta biayanya.
    Langkah ini biasanya digunakan sebagai pilihan terakhir karena memerlukan biaya tambahan. Namun, jika file yang hilang sangat penting, ini bisa jadi penyelamat.

Kehilangan data setelah update sistem operasi memang menjengkelkan, tetapi dengan langkah yang tepat, kamu masih memiliki peluang besar untuk memulihkannya. Selalu pastikan untuk memeriksa lokasi sementara, memanfaatkan software pemulihan, atau memanfaatkan fitur backup di sistem operasi. Selain itu, pastikan kamu selalu membuat backup data secara rutin sebelum melakukan pembaruan apa pun di masa mendatang. Dengan begitu, risiko kehilangan data bisa diminimalkan.

Baca Juga: 5 Cara Update Windows 10 yang Mudah dan Antiribet di Laptop

Untuk menangani pekerjaan teknis seperti ini, kamu membutuhkan perangkat yang andal dan cepat. Laptop Advan WorkPro bisa jadi solusi tepat untuk kamu. Dengan prosesor yang kuat, kapasitas penyimpanan besar, dan fitur keamanan data canggih, Advan WorkPro memastikan produktivitas kamu tetap optimal. Desainnya yang ringan dan baterai tahan lama membuatnya cocok untuk kebutuhan sehari-hari.***

Editor: Andik Chefasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *