Advan – Kamu pasti sering mendengar istilah lisensi saat menggunakan atau mengembangkan software. Dua lisensi yang paling populer dan sering dibicarakan adalah lisensi MIT dan GPL. Keduanya menawarkan kebebasan kepada pengembang dan pengguna, namun ada perbedaan signifikan yang perlu kamu ketahui sebelum memilih mana yang paling sesuai untuk kebutuhan kamu. Lisensi software MIT dan GPL sama-sama terbuka dan membebaskan penggunanya untuk memodifikasi serta mendistribusikan software. Namun, perbedaan utama terletak pada batasan dan aturan yang harus diikuti ketika kamu membagikan hasil modifikasi. Inilah yang membuat pemahaman tentang kedua lisensi ini sangat penting, terutama jika kamu ingin menggunakan atau mengembangkan software secara bebas.
Berikut ini adalah beberapa perbedaan penting antara lisensi software MIT dan GPL yang harus kamu perhatikan:
1. Tingkat Kebebasan Modifikasi
Lisensi MIT memberikan kebebasan penuh kepada pengguna untuk memodifikasi dan mendistribusikan software. Kamu bisa menggunakan, mengubah, dan membagikan software tanpa batasan yang ketat. Lisensi ini cocok untuk pengembang yang ingin memberikan kebebasan lebih kepada pengguna software mereka.
Di sisi lain, lisensi GPL memaksa kamu untuk membagikan hasil modifikasi dengan lisensi yang sama. Jadi, jika kamu memodifikasi software yang dilisensikan di bawah GPL, kamu harus merilisnya kembali dengan lisensi GPL. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebebasan penggunaan software di masa mendatang.
2. Kompatibilitas dengan Software Proprietary
Salah satu keunggulan lisensi MIT adalah kompatibilitasnya dengan software proprietary. Kamu bisa menggunakan software berlisensi MIT untuk proyek komersial tanpa harus membuka kode sumbernya. Ini memberi fleksibilitas bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan software open-source dalam produk mereka.
Sementara itu, lisensi GPL memiliki aturan yang lebih ketat. Jika kamu mengintegrasikan software GPL ke dalam proyek proprietary, kamu wajib merilis seluruh kode sumber proyek tersebut di bawah lisensi GPL. Ini bisa menjadi kendala jika kamu ingin menjaga kode sumber proyek tetap tertutup.
3. Penyebaran Lisensi
Software dengan lisensi MIT bisa digunakan dan didistribusikan tanpa perlu memikirkan persyaratan lisensi yang ketat. Kamu hanya perlu mencantumkan hak cipta asli dari pengembang software tersebut. Hal ini memudahkan pengembang dalam membagikan hasil kerja mereka tanpa khawatir akan aturan yang rumit.
Sementara itu, lisensi GPL mengharuskan kamu untuk selalu menyertakan salinan lisensi setiap kali mendistribusikan software atau modifikasinya. Ini berarti setiap orang yang menerima software harus memahami lisensi GPL dan hak-hak yang mereka miliki sebagai pengguna.
Baca Juga: Contoh Software yang Menggunakan Lisensi Creative Commons
4. Aplikasi di Dunia Nyata
Contoh software yang menggunakan lisensi MIT adalah React.js, sebuah framework JavaScript yang sangat populer untuk membangun antarmuka pengguna. React.js memberikan kebebasan bagi pengembang untuk memodifikasi dan mendistribusikan kodenya sesuai kebutuhan proyek. Fleksibilitas ini membuat React.js banyak digunakan di industri teknologi.
Di sisi lain, Linux adalah salah satu contoh besar software yang dilisensikan di bawah GPL. Linux sangat populer di kalangan pengembang yang ingin memastikan software mereka tetap open-source dan bebas untuk digunakan serta dimodifikasi oleh siapa pun.
5. Filosofi di Balik Lisensi
Lisensi MIT lebih mengedepankan kebebasan individual, di mana pengembang bebas menggunakan kode sumber dengan sedikit sekali batasan. Filosofi ini cocok untuk pengembang yang ingin memberikan kebebasan seluas mungkin bagi pengguna.
Sebaliknya, lisensi GPL berfokus pada kebebasan kolektif, di mana setiap pengguna software juga memiliki kewajiban untuk menjaga kebebasan tersebut. Filosofi ini cocok untuk kamu yang ingin memastikan bahwa setiap orang mendapatkan hak yang sama dalam menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan software.
Memahami perbedaan antara lisensi MIT dan GPL sangat penting, terutama jika kamu berencana mengembangkan atau menggunakan software open-source. Lisensi MIT memberikan fleksibilitas lebih besar dalam hal penggunaan komersial, sementara GPL menjamin bahwa semua modifikasi dan distribusi akan tetap open-source.
Untuk bekerja lebih efektif dengan software berlisensi MIT atau GPL, kamu bisa memanfaatkan ADVAN Laptop 360 Stylus 2in1 Touchscreen. Laptop ini dilengkapi dengan layar sentuh dan stylus yang memudahkan pengembangan kode serta presentasi desain secara langsung. Fleksibilitas layarnya yang bisa diputar 360 derajat memungkinkan kamu bekerja dalam berbagai posisi, menjadikannya solusi ideal untuk kebutuhan coding maupun pengujian software.***
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma