1. Kenali Audiensmu
Sebagai copywriter, langkah pertama adalah mengetahui siapa yang akan membaca tulisanmu. Apakah mereka remaja, ibu rumah tangga, atau profesional muda? Setiap kelompok audiens memiliki cara berpikir dan kebutuhan yang berbeda. Dengan mengetahui siapa audiensmu, kamu bisa menyesuaikan gaya bahasa dan cerita yang kamu sampaikan agar lebih relevan dan tepat sasaran.
2. Buat Cerita yang Personal
Audiens akan lebih mudah terhubung jika kamu menceritakan pengalaman pribadi atau cerita yang bisa mereka rasakan. Misalnya, saat menulis tentang produk teknologi seperti Advan Laptop 360 Stylus, kamu bisa menceritakan bagaimana laptop ini membantu seorang freelancer untuk bekerja lebih produktif dari mana saja berkat fitur touchscreen dan stylus yang memudahkan kreativitas. Buat cerita yang menggambarkan manfaat produk dalam kehidupan nyata.
Cek produk lengkapnya di sini: Advan Laptop 360 Stylus
3. Sampaikan Pesan yang Jelas
Setiap cerita harus punya tujuan yang jelas. Apakah kamu ingin membuat pembaca tertarik membeli produk? Atau kamu ingin mereka mendaftar untuk newsletter? Sebagai copywriter, penting untuk memastikan pesan utama tersampaikan di akhir cerita. Jangan biarkan pembaca kebingungan setelah membaca tulisanmu. Misalnya, setelah menjelaskan tentang keunggulan produk, arahkan pembaca untuk mengambil tindakan, seperti klik link untuk membeli produk.
Baca Juga: Bagaimana Copywriter Mengembangkan Portofolio yang Kuat
Mengasah Keterampilan Storytelling
Menguasai keterampilan storytelling yang mendalam nggak bisa instan. Kamu perlu terus belajar dan berlatih. Salah satu cara terbaik adalah dengan membaca banyak cerita dan menganalisis bagaimana cerita tersebut disusun. Perhatikan bagaimana cerita dimulai, dikembangkan, dan ditutup dengan pesan yang kuat. Selain itu, cobalah untuk selalu mempraktikkan storytelling dalam setiap konten yang kamu buat, baik itu untuk blog, iklan, atau media sosial.
Setiap copywriter perlu menemukan suaranya sendiri dalam bercerita. Cobalah berbagai gaya menulis sampai kamu menemukan yang paling cocok buatmu. Jangan takut untuk bereksperimen dengan cerita-cerita yang mungkin terdengar aneh pada awalnya. Terkadang, cerita yang paling berkesan datang dari ide-ide yang nggak terduga.
Meningkatkan Efektivitas Copywriting dengan Storytelling
Saat storytelling yang mendalam diterapkan dengan baik, copywriting kamu akan terasa lebih hidup dan punya dampak yang lebih kuat. Kamu bisa membuat pembaca merasa seperti bagian dari cerita, sehingga mereka lebih terlibat dan pada akhirnya lebih tertarik untuk bertindak, seperti membeli produk atau menggunakan layanan yang kamu tawarkan.
Sebagai contoh, ketika kamu mempromosikan produk seperti Advan Laptop 360 Stylus, kamu bisa menggabungkan storytelling yang menarik tentang bagaimana laptop ini nggak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi juga memberikan fleksibilitas dengan fitur touchscreen dan stylus untuk berbagai kegiatan, baik itu bekerja atau sekadar bersantai sambil menggambar. Kamu bisa membuat pembaca merasa bahwa mereka juga butuh produk ini untuk mendukung keseharian mereka.
Baca Juga: Bagaimana Menjadi Copywriter Freelance yang Sukses dan Terpercaya
Sebagai seorang copywriter, keterampilan storytelling yang mendalam sangat penting untuk menyampaikan pesan dengan cara yang berkesan. Dengan storytelling yang tepat, kamu bisa membuat konten yang lebih dari sekadar informasi, tapi juga cerita yang bisa menggerakkan emosi pembaca dan membuat mereka bertindak.
Jika kamu sedang mencari perangkat yang bisa mendukung kreativitasmu sebagai copywriter, terutama saat bercerita, Advan Laptop 360 Stylus adalah pilihan yang tepat. Dengan desain 2-in-1 dan layar touchscreen, laptop ini memudahkan kamu untuk menulis, membuat presentasi, hingga menggambar dengan stylus. Cek produknya di sini: Advan Laptop 360 Stylus.***
Editor: Andik Chefasa