Advan – Scrum adalah salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang banyak digunakan di industri teknologi. Salah satu komponen penting dalam Scrum adalah user story. User story adalah deskripsi singkat tentang kebutuhan atau fitur dari sudut pandang pengguna akhir. Untuk memastikan bahwa user story dapat memberikan manfaat maksimal dalam proses pengembangan, penyusunannya harus dilakukan dengan tepat. Berikut adalah langkah-langkah cara menyusun user story dalam Scrum dengan efektif.
1. Memahami Definisi User Story
User story adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggambarkan fitur atau fungsi yang dibutuhkan oleh pengguna. Biasanya, user story ditulis dalam format sederhana yang mudah dipahami. Format umumnya adalah: “Sebagai [jenis pengguna], saya ingin [fitur] sehingga [manfaat]”. Dengan format ini, user story dapat menggambarkan siapa pengguna, apa yang diinginkan, dan mengapa fitur tersebut penting.
2. Mengidentifikasi Stakeholder
Langkah pertama dalam menyusun user story adalah mengidentifikasi semua stakeholder atau pemangku kepentingan. Stakeholder ini bisa termasuk pengguna akhir, klien, atau tim internal. Penting untuk memahami kebutuhan dan harapan mereka agar user story yang dibuat sesuai dengan ekspektasi dan dapat memberikan nilai tambah. Diskusi dengan stakeholder akan membantu menentukan fitur atau perubahan apa yang perlu dilakukan.
3. Menulis User Story yang Jelas
Setelah mengidentifikasi stakeholder, langkah berikutnya adalah menulis user story. Pastikan setiap user story ditulis dengan jelas dan spesifik. Gunakan format standar yang telah disebutkan sebelumnya. Misalnya, jika seorang pengguna ingin fitur pencarian, user story bisa ditulis sebagai: “Sebagai pengguna, saya ingin dapat mencari produk menggunakan kata kunci sehingga saya dapat dengan mudah menemukan produk yang diinginkan.”
4. Menentukan Kriteria Penerimaan
Kriteria penerimaan adalah syarat yang harus dipenuhi agar user story dianggap selesai. Kriteria ini membantu tim pengembang memahami apa yang diharapkan dari fitur yang dikembangkan. Misalnya, untuk user story fitur pencarian, kriteria penerimaannya mungkin mencakup “Pencarian harus menunjukkan hasil yang relevan dalam waktu kurang dari 2 detik” atau “Pengguna harus dapat melakukan pencarian menggunakan kata kunci dalam bahasa Inggris dan bahasa lokal.”
5. Prioritaskan User Story
Setelah menulis user story dan menetapkan kriteria penerimaan, langkah selanjutnya adalah memprioritaskan user story. Prioritas ditentukan berdasarkan nilai bisnis dan kebutuhan pengguna. User story dengan nilai tinggi atau yang memiliki dampak besar pada pengalaman pengguna biasanya harus diprioritaskan. Proses ini membantu tim pengembang fokus pada fitur-fitur yang paling penting terlebih dahulu.
Baca juga Mengukur Kecepatan Tim dengan Scrum
6. Diskusikan dan Tinjau
Sebelum user story diterima dan dimasukkan ke dalam backlog, diskusikan dengan tim pengembang untuk memastikan bahwa user story dapat dipahami dan diimplementasikan dengan benar. Tinjau setiap user story untuk memeriksa apakah ada informasi yang hilang atau jika ada yang perlu diperbaiki. Diskusi ini juga membantu menyelaraskan ekspektasi antara semua anggota tim.
7. Gunakan Tools yang Tepat
Untuk memudahkan penyusunan dan pelacakan user story, gunakan tools manajemen proyek yang sesuai seperti Jira, Trello, atau Asana. Tools ini memungkinkan tim untuk membuat, memprioritaskan, dan memantau user story dengan mudah. Selain itu, penggunaan tools ini dapat meningkatkan kolaborasi dan komunikasi dalam tim.
8. Perbarui dan Sesuaikan
User story perlu diperbarui dan disesuaikan seiring dengan perkembangan proyek dan umpan balik dari pengguna. Selalu evaluasi dan revisi user story berdasarkan hasil pengujian atau perubahan kebutuhan. Proses ini memastikan bahwa user story tetap relevan dan bermanfaat sepanjang siklus hidup proyek.
Menyusun user story yang baik dalam Scrum adalah kunci untuk pengembangan perangkat lunak yang sukses. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, tim pengembang dapat memastikan bahwa setiap user story dirancang dengan baik, memenuhi kebutuhan pengguna, dan memberikan nilai yang diharapkan. Untuk mendukung pengelolaan proyek dan meningkatkan efisiensi tim, pertimbangkan menggunakan perangkat seperti Advan Soulmate, yang menawarkan fitur canggih dan performa optimal untuk memenuhi kebutuhan pengembangan perangkat lunak modern.***
Editor : Adita Febriyanti