kesalahan umum UX/UI design

Advan – Pernahkah kamu merasa frustrasi saat menggunakan sebuah aplikasi atau website yang tampaknya sulit dipahami atau tidak nyaman digunakan? Itulah sebabnya pentingnya User Experience (UX) dan User Interface (UI) dalam desain produk digital. UX/UI design bukan hanya tentang estetika visual, tetapi juga tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk tersebut. Dalam proses mendesain UX/UI, terdapat beberapa kesalahan umum dalam UX/UI design yang sering kali dilakukan, yang sebaiknya dihindari agar pengalaman pengguna dapat dioptimalkan.

Berikut Kesalahan Umum dalam UX/UI Design:

1. Tidak Memahami Pengguna

Salah satu kesalahan paling fatal dalam UX/UI design adalah tidak memahami siapa target penggunanya. Setiap produk digital memiliki audiens yang berbeda-beda dengan kebutuhan dan preferensi yang berbeda pula. Sebelum mulai mendesain, penting untuk melakukan riset mendalam mengenai siapa target pengguna kita, apa kebutuhan mereka, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan produk serupa.

2. Memaksakan Kreativitas Tanpa Alasan yang Jelas

Desainer sering kali terjebak dalam menciptakan desain yang terlalu kompleks atau berbeda hanya untuk menunjukkan kreativitas mereka. Memiliki desain yang kreatif memang baik, tetapi harus selalu diiringi dengan alasan yang jelas dan mempertimbangkan pengalaman pengguna. Pengguna harus tetap merasa nyaman dan tidak bingung saat menggunakan produk kita.

Baca Juga: Panduan Memilih Kursus UX/UI Designe Online Terbaik

3. Tidak Memberikan Prioritas pada Keterbacaan dan Navigasi

Elemen-elemen seperti teks yang sulit dibaca, tata letak yang membingungkan, atau navigasi yang tidak intuitif dapat membuat pengguna frustrasi dan akhirnya meninggalkan produk kita. Pastikan untuk selalu memberikan prioritas pada keterbacaan teks, navigasi yang mudah dipahami, dan tata letak yang konsisten.

4. Tidak Menguji Prototype Secara Cukup

Menguji prototype adalah langkah penting dalam proses desain UX/UI. Banyak desainer terlalu percaya diri dengan desain mereka sendiri sehingga mengabaikan tahap ini. Melakukan pengujian dengan pengguna nyata dapat memberikan masukan berharga mengenai apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki dalam desain kita.

5. Mengabaikan Responsif Design

Di era digital saat ini, pengguna mengakses suatu produk dari berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga desktop. Mengabaikan responsif design berarti mengorbankan pengalaman pengguna di berbagai platform ini. Pastikan desain kita responsif dan tetap memberikan pengalaman yang baik di semua perangkat.

6. Tidak Memperhatikan Kecepatan dan Kinerja

Kecepatan loading dan kinerja aplikasi atau website sangat berpengaruh terhadap pengalaman pengguna. Pengguna modern tidak mau menunggu terlalu lama untuk memuat halaman atau fungsi tertentu. Pastikan untuk mengoptimalkan kinerja produk kita agar responsif dan cepat diakses oleh pengguna.

7. Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit Fitur

Menemukan keseimbangan antara fitur yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan tidak membebani mereka dengan terlalu banyak opsi adalah kunci dalam desain UX/UI yang sukses. Terlalu banyak fitur dapat membingungkan, sementara terlalu sedikit fitur mungkin tidak memenuhi kebutuhan pengguna.

8. Tidak Mengadaptasi Berdasarkan Umpan Balik Pengguna

Setelah produk diluncurkan, mengabaikan umpan balik pengguna adalah kesalahan besar. Pengguna sering memberikan wawasan berharga mengenai apa yang mereka sukai dan tidak sukai dari suatu produk. Manfaatkan umpan balik ini untuk terus memperbaiki dan meningkatkan desain UX/UI yang kita buat.

9. Mengabaikan Aksesibilitas

Aksesibilitas adalah hal yang sering kali diabaikan dalam desain UX/UI. Pastikan produk kita dapat diakses dan digunakan dengan mudah oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas atau kebutuhan khusus. Ini tidak hanya etis, tetapi juga membuka produk kita untuk audiens yang lebih luas.

10. Tidak Konsisten dalam Desain

Konsistensi dalam desain adalah kunci untuk menciptakan pengalaman pengguna yang baik dan mudah dipahami. Mulai dari tata letak, warna, hingga ikon dan font, pastikan semua elemen desain konsisten di seluruh produk yang kita buat.

 Baca Juga: Desain Aplikasi Mobile untuk UX/UI Designer yang Efektif

Menghindari kesalahan-kesalahan ini dapat membantu kita untuk menciptakan desain UX/UI yang lebih baik dan lebih memuaskan bagi pengguna. Ingatlah bahwa desain UX/UI yang sukses bukan hanya tentang estetika visual, tetapi juga tentang memahami pengguna, memprioritaskan pengalaman mereka, dan terus mengadaptasi desain berdasarkan umpan balik yang diterima. Design mudah dengan ADVAN Laptop 360 Stylus 2in1 Touchscreen – Intel i3 14.1” FHD IPS , fleksibel dibawa kemanapun kita pergi dan sudah dilengkapi dengan styluspen. Dengan demikian kita bisa fokus pada pengguna dan prinsip-prinsip desain yang solid, kita dapat menghasilkan produk digital yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga efektif dalam memenuhi kebutuhan pengguna.***

Editor: Andik Chefasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *